15
Oct
09

Perayaan 13 Tahun

01_arsenal_ins_2Kamis, 1 Oktober kemarin menandai tepat 13 tahun kepemimpinan Arsene Wenger. Hadiahnya Sabtu ini? Kedatangan Blackburn Rovers ke London Utara, dibawah ‘pelatih favorit’ Wenger, Sam Allardyce. Kebetulan, atau titah Yang di atas?
Kadang-kadang angka, hari, tanggal, peristiwa, apabila dikaitkan dengan seksama sering menghasilkan situasi yang ‘lucu’. Ada yang bilang hal tersebut campur tangan Yang di atas, ada yang bilang bahwa semuanya hanya kebetulan. Satu hal yang bisa disepakati bersama, adalah bahwa hasil dari kait-mengait tersebut menambah bumbu atmosfir suatu pertandingan.

Mari menengok pada pertandingan early kick-off matchday 8 BPL Sabtu ini. Akan terjadi bentrokan antara dua tim yang kontras bagai hitam dan putih. Arsenal dengan segala keelokan permainannya, melawan Blackburn Rovers dengan kekuatan fisiknya.

Pertandingan BPL ini juga menjadi lanjutan dari perayaan 13 tahun duduknya Arsene Wenger sebagai pelatih Arsenal. Panjangnya masa kepelatihan Wenger ini membuat dirinya menjadi pelatih yang paling lama pernah menangani Arsenal, melewati George Allison pada tahun 1940an.

-Kebetulan/Titah Yang di atas#1: pertandingan pertama Wenger sebagai pelatih Arsenal adalah melawan Blackburn Rovers. Skor pertandingan tersebut adalah 2-0 bagi Arsenal.

-Kebetulan/Titah Yang di atas#2: Pelatih Blackburn Rovers adalah Sam Allardyce.

Pelatih berjuluk ‘Big Sam’ tersebut bukanlah seorang pelatih kelas dunia yang telah melalang buana di langit-langit persepakbolaan dunia, tapi satu hal yang bisa dilakukannya dengan baik adalah menyiapkan timnya untuk mengalahkan Arsenal.

Rekor Allardyce melawan Wenger cukup impresif bagi sebuah pelatih yang, maaf, biasa melatih klub papan tengah. Tercatat dalam sejarah bahwa Allardyce sudah memenangkan 6 dari pertemuannya dengan Wenger. Selain itu Arsenal juga pernah ditahan seri 6 kali

Dari tahun 2002 hingga 2006, Bolton Wanderers yang dilatihnya seolah menjadi tim sial bagi Arsenal. Permainan cantik yang diterapkan pemain-pemain Arsenal kerap rontok di hadapan permainan fisik nan keras dari Bolton. Ibarat buruh yang menghajar balerina, Bolton sering membuat Arsenal kerepotan, apalagi dari situasi bola mati dan bola tinggi, yang hingga kini menjadi kelemahan besar pertahanan Arsenal.

Intinya, Allardyce tahu, bagaimana caranya mengalahkan Arsene Wenger dan Arsenal: Don’t let them play.

Blackburn boleh terseok-seok di awal musim BPL ini, tapi mereka tetaplah kesebelasan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Pertandingan minggu lalu melawan tim tangguh Aston Villa berhasil dimenangkan Blackburn setelah sebelumnya bermain dengan 10 orang akibat kartu merah yang diterima oleh Vincent Grella. Bisa dipastikan menghadapi Arsenal, Rovers akan cukup percaya diri.

Pemain yang dipinjam dari Chelsea, Franco DiSanto berpotensi merepotkan duet bek Gallas dan Vermaelen, dengan postur tingginya. Permainan yang tidak bisa diprediksi dari El Hadji Diouf -salah satu anak kesayangan Allardyce- juga bisa merepotkan pertahanan Arsenal.

Morten Gamst Pedersen akan mengancam dengan umpan-umpan dan tembakannya, khususnya dalam situasi bola mati, dan bek-bek tangguh macam Christopher Samba dan Ryan Nelsen selalu sigap untuk memanfaatkan umpan-umpan matang Pedersen ketika maju membantu penyerangan.

Jangan lupakan Benedict McCarthy, yang salah satu momen terbaiknya sebagai pemain Blackburn adalah ketika membobol gawang Almunia untuk menyingkirkan Arsenal dari Piala FA 2007. Penyerang asal Afrika Selatan tersebut perlu diawasi dari pemain-pemain Arsenal.

Dari paparan mengenai Blackburn dapat timbul kesan bahwa Allardyce dan Rovers ibarat bom yang diselundupkan ke pesta perayaan 13 tahun kepelatihan Wenger.

Akan tetapi, kenyataannya adalah dalam pertemuan terakhir nampaknya Wenger telah mendapatkan formula yang mujur untuk mengalahkan Allardyce. Dalam pertemuan kedua tim di Emirates musim lalu, Arsenal menang 4 gol tanpa balas, dengan Andrey Arshavin sebagai aktor utamanya.

Bila berada pada performa terbaiknya, Arshavin dapat meneror pertahanan tim manapun, termasuk bek macam Chimbonda dan Salgado sekalipun. Arsenal juga akan diperkuat dengan kembalinya Theo Walcott dan Nicklas Bendtner. Dengan kecepatannya, Walcott siap mengobrak-abrik pertahan Bolton dari sisi pinggir lapangan.

Dari pertandingan midweek melawan Olympiakos, Arsenal juga sedang menunjukkan grafik naik kembali, setelah sempat terseok-seok dalam 2 pertandingan melawan tim-tim kota Manchester. Bintang-bintang utama Arsenal, yaitu Kapten Cesc Fabregas dan Robin Van Persie tentu ingin memberikan kado istimewa bagi Wenger Sabtu ini.

Menilik semua faktor di atas, perseteruan antara Arsenal melawan Blackburn Rovers akan menjadi partai yang menarik untuk ditonton. Perayaan 13 tahun Arsene Wenger, Sam Allardyce yang selalu menjadi momok bagi Wenger, Blackburn yang menjadi tim pertama yang dihadapi Wenger, teknik melawan fisik….

Entah ini kebetulan atau titah Yang di atas,

But as long as the game’s entertaining, who cares?


0 Responses to “Perayaan 13 Tahun”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


October 2009
M T W T F S S
     
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Comments

Klik tertinggi

  • None

Tulisan Teratas

Blog Stats

  • 26,823 hits

%d bloggers like this: